goblok112000@gmail.com
goblok2000
Jumat, 27 Februari 2015
uprak ipa
Percobaan
fotosintesis uji ingenhousz pada
tumbuhan air
hydrilla verticillata

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Prektek
IPA
OLEH:
nama
no
SMP
TARAKANITA GADING SERPONG
JL.Kelapa
Cengkir No. 1 Sektor 7 Gading serpong
Tangerang
Bab 1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Fotosintesis
adalah Proses yang terjadi pada tumbuhan berklorofil, tepatnya pada jaringan
tiang / palisade dan bunga karang pada mesofil daun. Pada sel palisade atau
bunga karang, proses ini terjadi di dalam sebuah organel yaitu kloroplas.
Seperti yang telah diketahui, proses ini hanya dapat terjadi pada saat ada
cahaya. Cahaya itu dapat berupa cahaya matahari maupun cahaya lampu, yang
penting dalam cahaya tersebut terdapat sinar putih yang merupakan spektrum
cahaya dari cahaya mejikuhibiniu (merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu).
Selain cahaya matahari, proses fotosintesis juga membutuhkan karbon dioksida
dan air.
cahaya
Pada proses fotosintesis ini akan dihasilkan dua senyawa yaitu glukosa dan oksigen.
untuk mengetahui kandungan oksigen dapat diketahui dengan melakukan percobaan Ingenhouz. Akan tetapi pada kesempatan ini, yang akan dilihat bukanlah kandungannya, akan tetapi kecepatan proses tersebut bila diberi perlakuan yang berbeda – beda terkait suhu, intensitas cahaya, dan co2.
cahaya
Pada proses fotosintesis ini akan dihasilkan dua senyawa yaitu glukosa dan oksigen.
untuk mengetahui kandungan oksigen dapat diketahui dengan melakukan percobaan Ingenhouz. Akan tetapi pada kesempatan ini, yang akan dilihat bukanlah kandungannya, akan tetapi kecepatan proses tersebut bila diberi perlakuan yang berbeda – beda terkait suhu, intensitas cahaya, dan co2.
1.2 Tujuan
Tujuan dari
percobaan fotosintesis uji ingenhousz ini adalah untuk:
1.
Untuk
membuktikan adanya gas oksigen sebagai hasil proses fotosintesis.
2.
Untuk
mengetahui pengaruh suhu, gas CO2 ,dan cahaya, dalam proses fotosintesis
3.
Untuk
megetahui simpanan amilum dalam jaringan daun yang diberi perlakuan berbeda
Bab 2
Metode praktikum
2.1
Waktu dan Tempat
Praktikkum
tentang uji ingenhousz ini dilakukan pada tanggal 9 februari 2015 jam 12:20 –
13:00 di ruang lap smp tarakanita gading serpong
2.2 alat dan bahan
Alat
- (2 buah) gelas beker
- (1 buah) tabung reaksi
- (1buah) corong gelas
-(3 sampai 4 buah)kawat penyangga
-(1 buah) senter
-(1 buah)stopwatch
-spiritus
-penyangga gelas beker (untuk menyangga air yang
dipanaskan spiritus)
-ember
Bahan
-tanaman
hydrilla verticillata
-air
Langkah Kerja :
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2 .buatlah air panas dengan memanaskan air dengan
spiritus
3. Memasukkan potongan tanaman hydrilla ke dalam
corong. usahakan agar tanaman hydrilla tidak keluar dari corong.
4. tutup bagian atas tabung corong dengan tabung
reaksi.
5. masukkan tiga kawat penyangga ke dalam gelas
kimia untuk menjaga keseimbangan dari corong yang telah diisi dengan hydrilla.
6. masukkan gelas kimia ke dalam ember yang
berisi air, diikuti dengan memasukkan corong yang di dalamnya berisi tanaman
hydrilla ke dalam gelas kimia tersebut. Selanjutnya tutup bagian tabung corong
dengan tabung reaksi, diusahakan tidak terdapat udara.
7. Meletakkan gelas kimia
pertama :di tempat yang terkena cahaya atau
senter
kedua: ditempat yang tidak terkena cahaya atau
senter
ketiga: ditempat yang terkena cahaya dan diberi
air panas dari langkah 2
8. Mengamati dan mencatat banyaknya gelembung
yang muncul lalu catat data ke tabel.
Bab 3
Hasil dan pembahasan
3.1
data hasil pengamatan
NO
|
PERLAKUAN
|
JUMLAH
GELEMBUNG
|
1
|
GELAS BEKER TERKENA CAHAYA
|
16
|
2
|
GELAS BEKER TIDAK TERKENA
CAHAYA
|
22
|
3
|
GELAS BEKER TERKENA CAHAYA
DAN DITAMBAH AIR PANAS
|
34
|
3.2 Pembahasan
Gelembung yang dihasilkan
pada percobaan itu merupakan gas oksigen/O2. Gas ini terbentuk karena proses
fotolisis dimana air diuraikan menjadi gas oksigen yang akan muncul berupa
gelembung-gelembung dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
2H2O → 4H+ + O2
2H2O → 4H+ + O2
Dari persamaan tersebut
nampak dihasilkan molekul gas O2 dari penguraian air.
Pada gelas kimia 2 yang diletakkan di tempat dengan intensitas cahaya rendah, proses fotosintesisnya ternyata lambat (diketahui dari sedikitnya jumlah gelembung yang dihasilkan). Hal ini terjadi karena walaupun di dalam air terdapat CO2 terlarut tetapi energi yang tersedia (cahaya) untuk melakuan proses fotosintesis oleh hydrilla sangat sedikit. Sehingga, walaupun ada bahan baku, tetapi bila energi untuk mengolah tidak ada maka tidak akan terbentuk hasil.
Pada gelas kimia 1 dengan kondisi normal (tempat terkena cahaya matahari langsung), proses fotosintesis berjalan cepat karena pada air sebenarnya telah terdapat sejumlah CO2 terlarut dan mendapat energi yang banyak untuk melakukan proses fotosintesis tersebut. Akan tetapi jumlah gelembung yang terbentuk tidak sebanyak gelas kimia 3. Hal ini disebabkan, walaupun keduanya sama – sama memiliki energi untuk produksi yang melimpah tetapi jumlah bahan baku yang tersedia tidak sama.
Pada gelas kimia 3 diberi air panas. Penambahan air panas dimaksudkan untuk menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air
Pada gelas kimia 2 yang diletakkan di tempat dengan intensitas cahaya rendah, proses fotosintesisnya ternyata lambat (diketahui dari sedikitnya jumlah gelembung yang dihasilkan). Hal ini terjadi karena walaupun di dalam air terdapat CO2 terlarut tetapi energi yang tersedia (cahaya) untuk melakuan proses fotosintesis oleh hydrilla sangat sedikit. Sehingga, walaupun ada bahan baku, tetapi bila energi untuk mengolah tidak ada maka tidak akan terbentuk hasil.
Pada gelas kimia 1 dengan kondisi normal (tempat terkena cahaya matahari langsung), proses fotosintesis berjalan cepat karena pada air sebenarnya telah terdapat sejumlah CO2 terlarut dan mendapat energi yang banyak untuk melakukan proses fotosintesis tersebut. Akan tetapi jumlah gelembung yang terbentuk tidak sebanyak gelas kimia 3. Hal ini disebabkan, walaupun keduanya sama – sama memiliki energi untuk produksi yang melimpah tetapi jumlah bahan baku yang tersedia tidak sama.
Pada gelas kimia 3 diberi air panas. Penambahan air panas dimaksudkan untuk menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air
Bab 4
Penutup
Kesimpulan
Terbukti bahwa dalam proses fotosintesis menghasilkan gas
oksigen. Ini ditunjukan dengan adanya gelembung di bagian atas tabung reaksi
Faktor suhu yang rendah akan memperlambat terjadinya proses fotosintesis. Hal ini bukan berarti suhu yang sangat tinggi akan membuat proses fotosintesis menjadi cepat, justru tanamannya akan mati. Suhu yang optimallah yang akan membuat proses fotosintesis menjadi maksimal.
Faktor intensitas cahaya yang terang (cukup/optimal) akan membuat proses fotosintesis menjadi cepat tetapi bila cahaya yang tersedia sedikit, proses fotosintesis menjadi lambat.
Faktor kadar CO2 terlarut yang melimpah akan mengakibatkan proses fotosintesis berjalan dengan cepat karena CO2 merupakan bahan baku dari proses fotosintesis.
Suhu, intensitas cahaya, dan kadar karbon dioksida yang tersedia berpengaruh terhadap kecepatan proses fotosintesis.
Faktor suhu yang rendah akan memperlambat terjadinya proses fotosintesis. Hal ini bukan berarti suhu yang sangat tinggi akan membuat proses fotosintesis menjadi cepat, justru tanamannya akan mati. Suhu yang optimallah yang akan membuat proses fotosintesis menjadi maksimal.
Faktor intensitas cahaya yang terang (cukup/optimal) akan membuat proses fotosintesis menjadi cepat tetapi bila cahaya yang tersedia sedikit, proses fotosintesis menjadi lambat.
Faktor kadar CO2 terlarut yang melimpah akan mengakibatkan proses fotosintesis berjalan dengan cepat karena CO2 merupakan bahan baku dari proses fotosintesis.
Suhu, intensitas cahaya, dan kadar karbon dioksida yang tersedia berpengaruh terhadap kecepatan proses fotosintesis.
Daftar
pustaka
Suka
suka hati lu
Langganan:
Postingan (Atom)